Websites
Artikel
Follow Me
Suara Anda






![]() | Hari Ini | 138 |
![]() | Kemarin | 183 |
![]() | Minggu Ini | 138 |
![]() | Minggu Lalu | 1193 |
![]() | Bulan Ini | 3680 |
![]() | Bulan Lalu | 5001 |
![]() | Keseluruhan | 121254 |
IP Anda: 38.107.179.220
,
Today: Mei 20, 2012
| Perjalanan Terakhir Sebuah Bisnis |
|
|
|
|
Tepat pada tanggal 26 April kemarin KA Parahyangan jurusan Jakarta bandung terakhir kali 'mengudara'. Diberitakan bahwa PT KA mengalami defisit Rp 30 an milyar per tahun karena semakin hari okupansi merosot hingga seringkali di bawah 50%. Biasanya kereta hanya lumayan penuh ketika weekend saja, sedangkan 5 hari berikutnya sudah sepi. Kenapa demikian? Sebab utamanya adalah dibangunnya Jalan Tol Cipularang. Jalan tol yang dibangun dengan berbagai titik yang bisa ketemuan dengan kereta api tersebut memang pelan tapi pasti 'meluluhlantakkan' KA Parahyangan tersebut. Dahulu sebelum ada jalan tol, orang harus dan selalu melewati Puncak jika ingin ke Bandung, tidak ada pilihan lain! Waktu itu orang banyak yang memilih jalur kereta karena menghindari kemacetan dan penat. Namun begitu jalan tol diresmikan, ceritanya menjadi berbeda. Orang lebih memilih lewat darat karena tidak ada kemacetan, selain mendapat pemandangan indah selama melewati jalan tersebut. Belum lagi sekarang banyak muncul biro jasa travel yang mengantar anda door to door. Anda tidak usah ke stasiun, tinggal tunggu dirumah, dijemput dan langsung diantar sampai ke Bandung di depan pintu rumah tujuan! Sebenarnya hal ini sudah harus diantisipasi oleh PT KA sejak mulai pembangunan jalan tol tersebut dengan menyiapkan 'jurus-jurus' baru, agar mampu menghadapi kompetisi dengan banyak pilihan tersebut. PT KA dapat mengubah positioning KA Parahyangan, bahwa dengan menaiki KA tersebut anda punya nilai tambah sesuatu, misalkan ada ruang karaoke gratis, ada hotspot internet, free makan pagi, atau apapun yang diinginkan oleh penumpang selama ini. Bagaimana bisa tahu keinginan penumpang? Gampang, buat kuesioner, tanyakan pada mereka sebagai pengguna, fasilitas apa yang diinginkan sebagai nilai tambah sewaktu menaiki KA. Karena dibanding dengan travel atau mobil pribadi yang door to door service, naik KA harus diantar dan dijemput setelah sampai di stasiun. Tentu hal ini boleh dibilang sebagai nilai pengurang. Untuk menetralisir hal itu, kita harus menambahkan sesuatu agar minimal sama atau punya nilai tambah bagi penggunanya. Atau seperti di Ambarawa, jalur KA tersebut dapat dibuat sebagai kegiatan pariwisata, daripada nganggur. Buat perjalanan tersebut lebih menarik dengan berbagai suguhan, atau mendatangkan kereta kuno dsb. Intinya pergeseran positioning dibalut dengan beberapa nilai tambah masih dapat menghidupkan sesuatu yang hampir mati. Nanti ditengah jalan bisa kita pikirkan lagi nilai tambah apa yang dapat diberikan. Dapatkah hal ini terjadi pada bisnis anda dan saya? Jawabnya, sangat mungkin terjadi. Banyak orang bilang bisnis atau produk tentu saja mengalami siklus, ibarat hari, ada pagi, siang, sore dan malam. Jika sekarang anda menggeluti bisnis yang senja, anda hanya punya 2 pilihan, menutup atau berganti kulit seperti ular atau burung elang untuk 'rejuvenile' Ternyata, semakin maju suatu peradaban atau jaman, semakin banyak pula pilihan yang tersedia, dengan demikian semakin ketat persaingan yang muncul. Tinggal bagaimana strategi yang dipilih untuk 'menaiki gelombang' persaingan tersebut. Pasang telinga lebar-lebar, baca banyak buku, berita dan teknologi untuk tahu semua informasi terakhir. Buat networking agar kita dapat saling berbagi. Belajar lagi hal-hal baru, dengan demikian kita akan menjadi selalu up to date, hasilnya bisnis kita akan mengikuti apa yang kita perbarui itu. Siap? Segera action, atau pesaing anda akan memulainya terlebih dahulu.
Hendro siswanto |











