Websites
Artikel
Suara Anda






![]() | Hari Ini | 39 |
![]() | Kemarin | 36 |
![]() | Minggu Ini | 219 |
![]() | Minggu Lalu | 205 |
![]() | Bulan Ini | 1000 |
![]() | Bulan Lalu | 1071 |
![]() | Keseluruhan | 9029 |
IP Anda: 38.107.191.111
,
Today: Jul 31, 2010
| Gagal? Siapa Takut! |
|
|
|
|
Kali ini tentang makanan... Anda pernah mendengar 'Bakso Malang Kota Cak Eko'? Pernah mencicipi rasanya? Enak, bukan? Tapi pernahkah anda mendengar pahitnya cerita Cak Eko mengawali usaha Bakso nya? OK, saya akan sedikit cerita mengenai perjalanan Cak Eko merintis karirnya. Sebelum Cak Eko memulai usaha Bakso nya, ternyata ia telah jatuh bangun dalam menemukan usaha apa yang cocok baginya, buka tanggung-tanggung. Ia telah jatuh 10 kali dalam usahanya. Namun bangkit ke 11 kali, hingga menemukan Resep Bakso yang sekarang ini sudah ada 98 outlet lebih di seluruh Indonesia. Rencananya ia akan Go International ke California untuk membuka outlet berikutnya di sana. Ide Awalnya adalah ketika sedang menunggu di bandara Soekarno Hatta, ia melihat sebuah outlet bakso yang ada disana. Ia berpikir, Hanya jual bakso bisa sewa tempat di Bandara yang tentu saja mahal sewa tempatnya. Begitu sampai di Surabaya, ia langsung belajar bagaimana membuat bakso yang enak. Kebetulan ia memang hobby kuliner. Tiga bulan lamanya ia kesana kemari mencari resep bakso yang enak. Tujuannya jelas, resep Bakso yang enak. Setelah trial dan error, ia mencoba memberikan resepnya kepada teman-temannya dan mendapat sambutan yang baik. Hal inilah yang membuatnya berani memulai usaha. Tapi dimana tempatnya? Hal ini terjadi pada tahun 2004. Untuk sewa tempat di pinggir jalan tidak mungkin. Harganya paling tidak Rp 30 juta per tahun. Uang dari mana? Cari punya cari akhirnya ia menemukan tempat yang akan dibangun Pujasera. Setelah ketemu dengan pemiliknya, jawaban pemiliknya membuat ciut nyalinya.
Keesokan harinya, ia mendapat telepon bakso nya sudah diterima 'casting' nya. (Jaman sekarang bakso juga harus 'casting' sebelum diterima). Mulailah ia berdagang. Hari pertama ia sudah mendapat omzet 900 ribu rp. Padalah modal awal beli panci, dandang dsb modal awal Rp 3 juta. Tempat tidak perlu sewa karena sistemnya bagi hasil. Tiga bulan berlalu dan omzet nya makin hari makin bagus. Uang hasil jualan ia gunakan untuk sewa outlet kedua di Tamini Square. Demikian seterusnya. Pelanggan makin hari makin suka dengan baksonya. Sebagian bertanya kenapa tidak di franchise kan saja. Hal inilah yang memberanikannya menyusun presentasi maupun SOP untuk Franchise. Beberapa saat kemudian outlet demi outlet terus dibuka dari modal franchisee (orang yang membeli franchise). Dalam kurun waktu 2006 sampai 2008 akhir, sudah 98 outlet dibuka. Suatu angka yang fantastis. Itulah kehebatan waralaba. Bayangkan berapa modal yang anda butuhkan untuk membuka 98 outlet dalam waktu hanya 3 tahun? Hingga sekarang selain franchise Bakso Malang, ia juga punya Bebek Goreng Sambal Bledhek dan Soto Surabaya Jolali. Cak Eko yang nama lengkapnya Hengki Eko Sriyantono adalah contoh orang yang tidak takut kegagalan. Banyak sekali contoh orang yang seperti Cak Eko. Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar misalnya, ia gagal bukan puluhan kali atau ratusan kali tapi ribuan kali! Kolonel Sanders founder KFC, adalah orang yang gagal menawarkan resep masakan sebanyak 1016 kali. Baru pada kali ke 1017 ada orang yang mau menerima tawarannya membuka KFC yang sekarang punya ribuan outlet di seluruh dunia. Ketika ditanya apa resep Cak Eko bisa bertahan dengan tidak mau kembali bekerja menjadi karyawan setelah kegagalan demi kegagalan menerpanya, jawabnya adalah Kemauan Keras! Cak Eko juga berkata, jangan mengkambinghitamkan modal jika kita memang tidak punya modal. Kita punya sesuatu dari diri kita yang bisa kita gunakan. Yang penting kita harus kreatif! Sudah berapa kali anda gagal dalam membangun usaha? Atau bahkan karena takut gagal, anda belum berani sama sekali membuka usaha? Bacalah tulisan saya terdahulu mengenai "injak Dua Kapal, jika Takut Gagal" Anda ingin meniru Cak Eko, mulailah sesuatu! |











