Websites
Artikel
Suara Anda






![]() | Hari Ini | 77 |
![]() | Kemarin | 36 |
![]() | Minggu Ini | 257 |
![]() | Minggu Lalu | 205 |
![]() | Bulan Ini | 1038 |
![]() | Bulan Lalu | 1071 |
![]() | Keseluruhan | 9067 |
IP Anda: 38.107.191.112
,
Today: Jul 31, 2010
| Seberapa Tahan Anda Melewati Prosesnya? |
|
|
|
|
Baru-baru ini saya menonton film The Pursuit of Happyness (Mengejar Kebahagiaan). Beberapa teman mereferensikan bahwa film itu cukup bagus. Ini adalah kisah nyata. Dengan Will Smith yang memerankan Chris Gardner, film itu terasa hidup dan menyentuh. Chris adalah kepala keluarga yang punya seorang anak laki-laki berumur 5 tahunan. Istrinya bekerja sebagai pelayan restoran untuk membantu menopang kebutuhan keluarga. Mereka sebenarnya keluarga yang berbahagia. Hingga usaha yang dikelola Chris mengalami surut. Ia adalah penjual alat kesehatan semacam pemeriksaan kepadatan tulang (?). Ia berkeliling dengan menjinjing alat itu dari dokter ke dokter. Awalnya, ia berani memborong puluhan alat itu dan menyetoknya di rumah. Seluruh tabungannya terkuras untuk itu. Ternyata, perhitungannya meleset. Penjualannya sangat lambat, hingga seluruh profitnya habis untuk makan dan biaya hidup. Tidak bisa diputar lagi untuk usaha. Singkat cerita, istrinya pergi ke kota lain untuk bekerja karena tidak tahan dengan kekurangan hidup mereka. Anaknya, Christopher ikut bersama ayahnya. Akhirnya, sewa apartemen pun tidak sanggup ia bayar. Ia harus berpindah-pindah dari satu motel ke motel lain, hingga akhirnya uangnya benar-benar habis. Untuk tidur pun ia harus bertengkar dengan tuna wisma lainnya agar ia dan anaknya mendapat tempat di semacam tempat singgah bagi gelandangan. Salah satu adegan yang menyentuh adalah ketika ia dan anaknya harus tidur di WC terminal subway. Ketika pintu digedor orang untuk dipakai WC nya, ia menginjak pintu itu agar orang tidak bisa masuk. Ia melakukannya sambil menangis, sementara anaknya tidur pulas di pangkuannya. Sebenarnya Chris adalah orang yang cerdas secara otak. Terbukti ia mampu membuat kotak warna (saat itu tahun 1982 baru pertama ditemukan orang) menjadi cocok untuk masing-masing warna. Bintang terang mulai muncul dalam pencariannya, akhirnya ia menemukan suatu pekerjaan yang cocok dengan kemampuan otaknya, Pialang Saham. Awalnya, ia bertemu dengan seorang pialang saham yang sukses dan ia sengaja khusus bertanya kepadanya dua hal, "Apa yang ia kerjakan sekarang?" dan "Bagaimana supaya saya bisa mengerjakan seperti anda?"
Si Pialang menjawab bahwa ia adalah seorang Pialang Saham dan untuk itu ia harus belajar di perusahaan broker. Syaratnya hanya dua, ia harus kuat di angka dan harus baik dengan orang. Ia melamar dan kena masa percobaan selama 6 bulan dan TANPA DIGAJI!. Itulah yang paling berat dalam hidupnya. Sementara ia harus belajar, tapi tidak ada penghasilan darinya. Pontang-panting ia harus menghidupi dirinya dan anaknya. Sampai kadang ia harus mendonorkan darahnya agar ia mendapat uang untuk makan, kadang ia harus menagih temannya yang dulu pernah punya hutang padanya. Selama masa training pun ia harus rela menjatuhkan harga dirinya untuk sekedar mengambilkan kopi atau membelikan donut untuk trainer nya, karena saking butuhnya dia agar diterima di sana. Hingga akhirnya, saat-saat yang menentukan itu tiba, ketika ia dipanggil untuk penentuan apakah ia diterima atau tidak sebagai pegawai. Akhirnya ia Diterima! Ekspresi nya sungguh sangat menyentuh... Karena ini adalah kisah nyata, akhirnya diceritakan Pada tahun 1987 ia mendirikan perusahaan broker sendiri. Pada tahun 2006, ia menjual perusahaannya dan mendapat dana jutaan dollar! From Zero To Hero... yang ingin saya petik disini bukan bagus atau tidaknya sebuah film, tapi lebih mengenai perjuangan hidup seseorang. Bagi saya, Chris Gardner adalah seorang yang tahan dalam menghadapi kejamnya kehidupan. Untuk menjadi seorang yang sukses semua orang HARUS melewati proses! Tidak ada yang instant! lalu kenapa banyak orang memilih yang instant? Ya, karena dunia selalu memang menawarkan kenikmatan dan menghindari kesulitan. Seringkali kesulitan hidup membuat orang lebih matang dan dewasa. Setelah berbagai kesulitan dilalui, ia akan melihat kesulitan berikutnya adalah tantangan yang harus diselesaikan. Beberapa ciri orang yang tidak mau melewati proses adalah:
Jika sekarang anda sedang dalam 'Proses' akan sulitnya kehidupan, nikmati saja. Jangan Putus Asa. Suatu hari nanti akan timbul bintang terang, selama anda masih terus berusaha dan bekerja. Keep the faith! |











