Websites
Artikel
Suara Anda






![]() | Hari Ini | 38 |
![]() | Kemarin | 36 |
![]() | Minggu Ini | 218 |
![]() | Minggu Lalu | 205 |
![]() | Bulan Ini | 999 |
![]() | Bulan Lalu | 1071 |
![]() | Keseluruhan | 9028 |
IP Anda: 38.107.191.110
,
Today: Jul 31, 2010
| Sombongkanlah Diri Anda! |
|
|
|
|
Saya yakin anda tertarik membaca isinya karena judulnya cukup bombastis. Menyombongkan diri adalah bertentangan dengan adat ketimuran kita yang ‘mengharuskan’ kita menjadi rendah hati – kalau tidak boleh disebut – rendah diri.
Beberapa waktu lalu saya mewawancarai seorang calon karyawan, tepatnya Office Boy, untuk rekrutmen di kantor kami. Ada beberapa calon yang saya interview. Ketika tiba giliran seorang, saya merasa kasihan sekali dengan penampilannya. Kelihatan sekali bahwa ia sedang berusaha tampil sebaik mungkin, walau dengan pakaian ala kadarnya.
Setelah menanyakan beberapa hal berkaitan dengan pekerjaannya di masa lalu, kenapa dia keluar masuk dari perusahaan tempat dia bekerja dan sebagainya. Saya lalu menanyakan kenapa nilai-nilai ijasahnya jelek. Betul, nilainya sangat standar untuk lulus, kalau gak 5 ya 6, nilai 7 sangat jarang. Apalagi 8… tidak ada!
Saya bertanya, apakah dia tidak belajar selama SMA, atau karena ada hal lain. Dia menjawab bahwa dia “lemah otak”. Ya, dia sendiri, lho yang ngomong demikian. Bukan saya yang menyimpulkannya bagi anda. Jadi dia merasa tidak pernah bisa belajar dengan baik karena lemah otak tadi.
Satu hal lagi, dia mengatakan bahwa dia adalah pelupa. Dia sering lupa kalau menaruh barang. Wah! Celaka dong! Padahal OB dikantor kami sering disuruh untuk setor atau ambil giro atau cek ke bank. Terus kalau hilang, siapa yang harus bertanggung jawab?
Melihat semua datanya, saya nyaris tidak menemukan kelebihan darinya. Akhirnya, karena kasihan, saya ingin mendengar langsung darinya, Apa kelebihan dirinya sendiri menurut dia sendiri!
Lalu, apa jawabnya?
“Wah, saya kesulitan menemukan kelebihan saya sendiri”, katanya,”Saya tidak bisa mengukur sifat saya sendiri…”
Lalu, bagaimana reaksi anda jika anda yang mewawancarainya?
Saya yakin sama dengan saya, memutuskan untuk tidak menerimanya sebagai karyawan kami. Sebetulnya kami, para pewawancara, merasa kasihan dengannya. Namun apa boleh buat, kami harus bertanggungjawab terhadap apa yang kami harus rekomendasikan.
Bagaimanapun juga, saya masih bisa maklum dengan hal ini. Mengingat dia hanyalah seorang calon OB. Namun bukankah lebih baik jika dia bisa menjawab pertanyaan saya tadi, dengan jawaban yang sederhana seperti ini:
“Pak, saya adalah orang yang jujur dan mau bekerja keras”
Paling tidak jawaban itu sudah menghapus 50% dari semua kekurangannya yang dikemukakan tadi. Karena kalau dia menjawab demikian pun saya yakin, dia memang orang yang jujur dan mau bekerja keras. Paling tidak dari penampilan dan interview yang kami lakukan.
Apa pelajaran yang bisa kita ambil?
Saya yakin Tuhan menciptakan kita selalu punya kelebihan maupun kekurangan. Kalau hanya kekurangan saja, betapa tidak adilnya Beliau. Tapi jika hanya ada kelebihan saja, tanpa kekurangan, membuat manusia yang diciptakannya menjadi sombong.
Dari judul di atas, saya ingin mengatakan kepada anda… Temukanlah kelebihan dan potensi diri anda maupun produk yang anda jual. Yakinlah bahwa disamping anda punya kekurangan, pasti anda punya kelebihan juga.
Karena itu jika suatu hari ada orang yang bertanya pada anda, Apakah kelebihan anda?... Dengan cepat dan tangkas, anda menjawab,”Anda bisa mempercayai saya dalam hal….”
Lalu apakah itu disebut “Menyombongkan diri”? Hanya anda yang dapat menjawabnya sendiri…
Semoga bermanfaat.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |












